Posted: June 14, 2011 in Study

Setelah sistem operasi Windows Server 2003 selesai diinstalasi, pengguna telah dibuatkan dua user dan beberapa group secara default. User yang telah disediakan adalah Administrator dan Guest. User Administrator merupakan anggota dari group Administrators yang berkuasa penuh atas manajemen jaringan, sedangkan user Guest adalah anggota dari group Guest yang tidak memiliki kekuasaan seperti Administrators dan bahkan secara default masih dinonaktifkan (disabled).
Untuk memberi hak akses berbagai sumberdaya jaringan kepada para pengguna, maka harus dibuatkan user account dan group bagi tiap pengguna. Windows Server 2003 mengenali seorang pengguna serta hak-hak yang dimilikinya berdasarkan user dan group yang terdapat di Domain Controller.
Representasi seorang pengguna dalam sebuah jaringan adalah user account (untuk selanjutnya disebut account). Sebuah account biasanya diberi nama sesuai dengan nama pengguna yang bersangkutan, atau dengan nama khusus sesuai dengan tujuan dibuatnya account tersebut. Beberapa account dapat digabungkan dalam satu atau lebih group. Fungsi group adalah menggolongkan account ke dalam kelompok-kelompok tertentu sesuai dengan hak yang akan diberikan. Biasanya account yang berada dalam satu group memiliki hak akses yang sama terhadap sumber daya jaringan tertentu. Dengan menggunakan group tersebut maka pekerjaan administrator akan menjadi lebih mudah, karena hak akses cukup diterapkan terhadap suatu group daripada harus menetapkan policy satu per satu untuk tiap account.

User account digunakan oleh pengguna untuk login ke domain Windows Server 2003 dalam jaringan. Berdasarkan ruang lingkupnya, user account dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu local user account dan domain user account.

a.Local User Account
Adalah account yang terdapat di suatu komputer baik DC maupun klien, dan hanya dapat digunakan untuk login ke komputer tempat account tersebut dibuat. Konsep local user account dan domain user account ini sangat penting dipahami, terutama bila klien menggunakan Windows 2000 maupun Windows XP. Demikian juga jika klien menggunakan Windows NT baik Workstation maupun Server.

Dalam arsitektur Windows NT dan Windows 2000/XP, setiap komputer memiliki user dan group sendiri yang hanya berlaku untuk komputer tersebut saja. Selain itu terdapat account di level domain yang dibuat di DC dan memiliki ruang lingkup untuk semua komputer di dalam domain.

b. Domain User Account
Domain user account adalah account yang memiliki cakupan di seluruh domain, dan dibuat dengan menggunakan faslitas AD yang terdapat di DC. Domain account dibuat di DC dan dapat digunakan oleh pengguna untuk login ke dalam jaringan dari komputer manapun selama hak login tersebut diberikan.
Berbeda dengan local account, domain account memiliki lingkup (scope) untuk seluruh domain, sehingga policy yang ditetapkan untuk suatu account akan berlaku pula di seluruh domain. Misalnya suatu account diberikan hak untuk menggunakan printer A yang terdapat di komputer B. Maka pengguna yang menggunakan account tersebut dapat menggunakan printer A tanpa dipengaruhi di komputer mana pengguna tersebut sedang bekerja.

Gambar 4.1 berikut menggambarkan kedudukan domain account dan local account dalam sebuah domain.

Apabila seorang pengguna login ke domain menggunakan domain account maka policy yang ditetapkan adalah di level domain, yang dibuat oleh administrator melalui fasilitas Active Directory. Data domain account tersebut tersimpan di DC. Apabila dalam jaringan terdapat lebih dari satu DC maka data domain account tersebut direplikasikan di semua DC. Dengan demikian konfigurasi policy untuk suatu account yang terdapat di AD akan tetap diterapkan terlepas dari komputer mana seorang pengguna melakukan login. Selama komputer tersebut masih berada dalam satu domain maka policy tersebut akan tetap diterapkan.

Sedangkan local account berlaku sebaliknya, yaitu hanya memiliki lingkup di suatu komputer tertentu. Misalkan pada gambar di atas pengguna menggunakan local account yang terdapat di Klien1 untuk login ke komputer tersebut, maka akan diterapkan policy yang hanya berlaku di Klien1. Account yang dibuat di Klien1 tidak dapat digunakan untuk login ke Klien2, begitu juga sebaliknya. Berbeda dengan account yang terdapat di DC dapat digunakan untuk login ke Klien1 dan Klien2, karena informasi account tersebut tersimpan di AD.

Group Account
Group account merupakan sekumpulan user account, di dalamnya dapat terdiri dari user account atau group account lainnya. Jadi tidak ada halangan suatu group beranggotakan group lain. Sebagaimana telah diterangkan sebelumnya, group account sangat memudahkan pengaturan jaringan karena policy yang diterapkan di suatu group akan diterapkan pula.terhadap anggota group tersebut. Dengan demikian, maka user yang memiliki hak yang sama dapat dikelompokkan dalam satu group.Saat membuat group, tersedia beberapa jenis pilihan untuk menentukan ruang lingkup dan tipe group yang dibuat. Penting bagi administrator memahami dengan baik ruang lingkup dan tipe dari tiap jenis group.
Group Scope

Windows Server 2003 memberikan tiga macam ruang lingkup group (group scope) yang dapat dibuat, yaitu group lokal (local group), group global (global group) dan group universal (universal group). Perbedaan ketiga group tersebut bukan bergantung pada isi group, melainkan pada lingkup kemampuan masing-masing group.

a. Domain Local Group
Group lokal memiliki hak izin dan security pada tempat group tersebut dibuat. Dengan kata lain, group lokal adalah group yang ada di lingkungannya sendiri, tidak berhubungan dengan jaringan lain.

Jika server difungsikan sebagai Active Directory Domain Controllers, maka group lokalnya menjadi domain local group. Jika server tersebut berhubungan dengan server lain (domain server) sehingga berfungsi sebagai member server, maka group lokalnya dapat menerima group global dari domain server tersebut untuk dijadikan sebagai anggotanya sehingga dapat mengakses sumber dari member server tersebut.

Domain local group biasanya digunakan untuk memberikan hak akses terhadap sumber daya jaringan tertentu dalam suatu domain, misalnya printer, folder, file maupun hardware lainnya. Karakteristik domain local group adalah :

– Dapat beranggotakan user atau group dari domain manapun
– Hanya dapat digunakan untuk memberikan hak akses yang terdapat di domain dimana group tersebut dibuat.
– Group ini hanya dapat dilihat di domain dimana group tersebut dibuat
Dengan kata lain, group lokal dapat mempunyai anggota group global, group universal dari domain lain, dan group lokal lain dalam domain yang sama asalkan Windows Server 2003 disetup dalam mode native.

b. Global Group
Group global biasanya digunakan untuk memberikan hak akses kepada user atau group yang memiliki kesamaan hak akses terhadap sumber daya jaringan tertentu.Group ini dapat beranggotakan user dan group global lain dari domain mana saja asal domain disetup dalam mode mixed. Sedangkan pada mode native, group global hanya dapat beranggotakan user atau group global yang terdapat di domain yang sama. Group ini dapat dilihat dari domain manapun dalam jaringan

c. Universal Group
Group universal hanya dapat dibuat jika server disetup pada mode native. Group ini memiliki karakteristik yang merupakan gabungan dari domain local group dan global group. Anggota group ini dapat berupa user, group global dan group universal lainnya dari domain mana saja dan dapat memberikan akses ke sumber domain apa saja. Group jenis ini biasa digunakan apabila terdapat user atau group yang memerlukan hak akses sumber daya jaringan lintas domain. Misalnya untuk mobile user yang sering berpindah kota, dan harus mengakses file di tiap-tiap kota tersebut. Group ini dapat dilihat dari domain manapun dalam jaringan.

Karena karakteristik group universal yang sangat fleksibel tersebut, disarankan kepada administrator untuk tidak menggunakan group ini kecuali benar-benar dibutuhkan. Penggunaan group universal tanpa kontrol yang baik akan memperbesar kemungkinan lubang keamanan dalam jaringan.
Group Type
Berdasarkan fungsinya, terdapat dua jenis group yaitu Security Group dan Distribution Group.

a. Security Group
Security group sama seperti user group pada Windows NT, yang digunakan untuk mengontrol pemberian hak dan akses terhadap sumberdaya jaringan tertentu. Windows Server 2003 menggunakan security group dalam penentuan hak suatu account, termasuk juga untuk melakukan suatu job tertentu untuk sekumpulan user. Penggunaan praktisnya antara lain pemberian hak akses terhadap suatu file, atau mendistribusikan e-mail ke sekelompok user. Security group memiliki semua kemampuan dan fungsi distribution group, tetapi tidak sebaliknya.

b. Distribution Group
Distribution group digunakan untuk berbagai fungsi yang tidak terkait dengan masalah security atau pemberian hak akses, melainkan hanya dipakai sebagai distribusi seperti distribution list pada exchange server, untuk mendistribusikan pesan kepada sekelompok user.Integrasi dengan active directory memungkinkan administrator menyampaikan pesan atau distribusi file ke sekelompok user yang dimasukkan dalam distribution group.
Group Default
Secara default, Windows Server 2003 telah membuatkan beberapa group, di antaranya group domain lokal yang juga telah diberikan hak izin pada group tersebut. Group domain lokal tersebut di antaranya terdiri dari:

a. Administrators
Administrators merupakan group yang memiliki kekuasaan tertinggi dan dapat mengontrol seluruh fasilitas kemampuan Windows Server 2003. User yang telah dibuatkan untuk menjadi anggota group ini adalah Administrator.

b. Server Operators
Anggota dari group ini dapat mengelola domain controller, mempunyai kekuasaan seperti anggota dari group Administrators seperti membuat, mengatur dan menghapus share printer, backup file dan direktori, logon pada komputer server dan mengakhiri server (shutdown). Group ini tidak dapat mengatur sekuritas pada server.

c. Account Operators
Anggota group ini dapat membuat, menghapus atau memodifikasi user, group global dan group lokal yang dibuatnya. Account operators tidak dapat menghapus atau memodifikasi group Administrators, Server Operators, Backup Operators, Print Operators dan Domain Admins.

d. Print Operators
Anggota group ini dapat membuat, mengelola dan menghapus share printer, logon pada komputer server dan melakukan shutdown server.

e. Backup Operators
Anggota dari group ini dapat melakukan proses backup file dan direktori dari server serta mengembalikannya kemudian (restore). Anggota group ini juga dapat logon pada server dan melakukan proses shutdown server.

f. Replicator
Anggota group ini difungsikan untuk melakukan proses replika folder / direktori.

g. Users Group
ini merupakan group default bagi setiap account user yang dibuat di server. Setiap user yang dibuat secara otomatis dimasukkan sebagai anggota group ini. Anggota groupini hanya dapat menjalankan program aplikasi, mengelola file dan direktori, menggunakan printer dan membuat profil miliknya sendiri. Anggota group ini juga tidak dapat logon pada komputer server, melainkan harus melalui workstation, kecuali telah diberi hak untuk logon pada server.

h. Guest Anggota
group ini hampir sama dengan group Users tetapi fasilitas yang dimiliki tidak sebanyak group Users, seperti tidak dapat membuat group lokal. Secara default, anggota group Guest adalah user Guest, namun belum dapat diakses karena status account semula adalah disabled.

KONFIGURASI DCPROMO PADA SERVER 2003

Posted: June 13, 2011 in Study
Untuk menginstall active directory pada windows 2003 server, anda cukup dengan mengetikkan DCPROMO pada menu Run
Lalu akan muncul kotak dialog yang bernama Active  Directory Installation  Wizard
Windows akan meminta anda untuk memilih tipe domain controller.
Pada bagian ini anda ditanyakan apakah server anda ini akan menjadi domain controller di domain yang baru atau menjadi domain controller tambahan di domain yang sudah ada. Maksud dari :

 

  • Additional domain controller for an existing domain adalah windows akan membuat tambahan domain controller di domain yang sudah ada. Yang perlu diperhatikan dalam memilih pilihan ini adalah :
    1. Windows akan menghapus account local yang ada di server anda
    2. Semua kunci kriptografi akan dihapus maka itu sebelum anda memilih pilihan ini semua kunci kriptografi harus sudah di export.
    3. Semua data yant ter-enkripsi harus sudah di-dekripsi atau tidak akan dapat diakses kembali untuk selama-lamanya.

Setelah itu akan muncul pilihan untuk memilih tipe domain

Maksud dari :

  • Domain in a new forest adalah  windows akan membuat domain baru di lingkungan yang baru
  • Child  Domain in an Existing Tree adalah windows akan membuat anak dari suatu domain. Misal: anda dapat menciptakan domain bernama adp1.labkom.bl.ac.id dibawah dari domain labkom.fti.bl.ac.id
  • Domain tree in an existing forest adalah windows akan membuat suatu domain baru di lingkungan yang sudah ada.

Selanjutnya Windows akan menanyakan apakah anda ingin mengkonfigurasi atau menginstall DNS (Domain Name System).

Maksud dari :

  • Yes, I will congambar diatas the DNS client adalah windows hanya akan mengkonfigurasi DNS client yang ada di  komputer(server) lain. Hal ini  dapat anda lakukan bila anda telah melakukan trust antar server.
  • No, just install and congambar diatas DNS on this computer adalah windows akan menginstall dan mengkonfigurasi DNS di komputer server anda.

Setelah itu Windows akan meminta anda untuk memberikan nama bagi domain anda.

Selanjutnya windows akan meminta anda untuk memberi nama  Netbios (Network Basic Input Output System).

NetBIOS digunakan untuk  komunikasi diantara dua mesin, sebuah nama service disiapkan (reserved) oleh NetBIOS. Hal ini membuat mesin-mesin tersebut dapat berhubungan ke jaringan  dan menentukan sendiri nama-nama mesin tersebut (mesin-mesin yang menjalankan NetBIOS tersebut).

Setelah memberi nama NetBIOS, Windows akan meminta anda untuk memasukkan path untuk menyimpan database dan log file dari active directory.

Windows akan meminta anda untuk memberi path untuk folder sysvol.

Sysvol berguna untuk berguna untuk menyimpan hasil duplikasi dari file public domain contohnya: seperti informasi mengenai group policy.

Selanjutnya anda harus memilih permission untuk objek user dan group.

Maksud dari :

  • Permissions compatible with pre-Windows 2000 server operating systems adalah  permission yang ada di server akan kompatibel untuk operating system dibawah Windows 2000 server.
  • Permissions compatible only with Windows 2000 or Windows. Net server operating systems  adalah bila anda menjalankan permission atau program server pada Windows 2000 atau Windows Net server.

Windows akan meminta anda untuk memasukkan password administrator yang akan digunakan bila  server dimulai dari Directory Services Restore Mode.

Kemudian tekan Next

Setelah itu Windows akan mulai menginstall Active Directory.

 

Selesailah penginstallan Active Directory

Setelah itu kita me Restart computer

Langkah awal untuk menyeting Domain Controller di Windows Server 2003 adalah   kita harus sudah menginstal windows Server tersebut yang langkah-langkahnya sudah kita bahas dibawah, Setelah sudah maka kita dapat menyeting Domain Controller seperti berikut:

Setelah keluar jendela Run maka ketikkan perintah ” dcpromo ”

 

Setelah kita klik tombol OK, maka akan muncul sebuah window wizard untuk instalasi Active Directory. Untuk masalah Active Directory akan dibahas di lain kesempatan.

Selanjutnya, klik tombol Next maka akan muncul window baru seperti di bawah ini.

 

Biarkan pilihan radio button di pilihan nomor 1 karena kita akan membuat Domain Controller untuk sebuah domain baru. Selanjutnya, klik Next.

Pada bagian ini, kita akan membuat sebuah domain pada sebuah Forest baru. Jadi, biarkan pilihan tetap pada pilihan pertama.

 

Sekarang, kita harus memikirkan nama dari domain kita. Jika kita memiliki sebuah domain seperti “http://www.pancamedia.com”, kita dapat menggunakannya, tapi hal tersebut tidak disarankan karena komputer di dalam domain kita tidak akan dapat membuka website perusahaan. Domain dari Active Directory tidak perlu sebuah domain yang “sebenarnya” seperti di atas. Nama bisa sesuai keinginan kita. Jadi, saya akan membuat “pancamedia.testdomain”

Biarkan pilihan tetap seperti di atas, untuk lebih mudahnya. Kita klik tombol Next

Pada window ini, kita ditanya tentang tempat penyimpan database Active Directory di partisi / harddisk yang berbeda. Tapi, kita biarkan saja dan langsung klik tombol Next.

 

 Folder SYSVOL adalah folder untuk public share, dimana file atau software dapat diletakkan ketika kita akan mendistribusikan file atau software tersebut, sekali lagi kita akan membiarkan setting ini tetap seperti diatas tapi kita dapat mengubahnya jika kita ingin menggunakan ruang di partisi atau harddisk lain misalnya.

Sekarang, kita akan mendapatkan pesan yang menyebutkan bahwa kita membutuhkan DNS server agar semuanya bisa bekerja dengan baik. Biarkan pilihan seperti di atas dan kita klik Next.

Karena ini adalah Windows Server 2003, kita asumsikan tidak ada server Windows 2003 yang akan mengakses domain kita. Jadi, biarkan pilihan tetap seperti di atas dan klik Next.

 Restore Mode Password adalah suatu hal yang tidak ingin digunakan para administrator jaringan. Tapi, hal ini juga tidak boleh dilupakan karena password ini yang digunakan untuk menyelamatkan kerusakan server. Pastikan password ini mudah diingat tapi sulit untuk ditebak.

 

Pada window ini, akan ditampilkan hasil dari pilihan-pilihan kita pada langkah-langkah sebelumnya. Pastikan hal ini benar, karena untuk melakukan perubahan setelah ini akan sangat sulit.

 

 Pada window ini, proses instalasi mulai dilakukan. Proses ini bisa berjalan lama apabila hardware yang kita miliki kurang sesuai dengan spesifikasi server sesungguhnya. Tapi, saya sendiri melakukan percobaan dengan komputer spek minimum memakan waktu sekitar 15 menit untuk proses ini.

 

Setelah proses instalasi selesai kita tinggal klik finish. Akan muncul notifikasi untuk melakukan restart Windows Server 2003. Segera restart agar fungsi-fungsi yang kita inginkan bisa bekerja dengan baik.
Setelah restart kita lakukan, kita sudah bisa menggunakan fasilitas Active Directory sesuai kebutuhan kita. Yah, demikianlah tutorial pembuatan Domain Controller

 

The lifecycle of a network ( Siklus hidup jaringan)

Dunia jaringan semakin berkembang. Jaringan tidak lagi hanya tentang menghubungkan komputer. Jaringan telah menjadi penting dan memainkan peran penting dalam membantu meningkatkan kinerja bisnis. Bisnis berkeinginan untuk memperluas jaringan mereka. Mengambil keuntungan dari kemajuan teknologi, perusahaan dapat menambahkan layanan baru dan meningkatkan produktivitas.

Cisco Lifecycle Services

Cisco Lifecycle Services adalah dirancang untuk mendukung berkembangnya jaringan. Cisco Lifecycle Services adalah pendekatan dalam enam tahap. Tiap tahap mendefinisikan aktifitas yang dibutuhkan untuk menyebarkan dan mengoperasikan dengan sukses teknologi Cisco. Hal ini juga rincian bagaimana mengoptimalkan kinerja di seluruh siklus hidup suatu jaringan.

Keenam tahap dari Cisco Lifecycle Services adalah:

Tahap Persiapan

Tahap Rencana

Tahap Desain

Tahap Pelaksanaan

Tahap Pengoperasian

Tahap Pengoptimalan

Proses ini sering disebut sebagai PPDIOO.

Tahap Persiapan (Prepare Phase)


Selama tahap persiapan dari siklus hidup, organisasi membuat kasus bisnis untuk upgrade jaringan. Termasuk bagaimana jaringan dapat mendukung tujuan organisasi, serta pembenaran keuangan untuk menambahkan teknologi dan layanan baru. Tahap persiapan dapat membangun pembenaran keuangan untuk strategi jaringan dengan menilai kasus bisnis untuk arsitektur yang diusulkan.

Tahap Rencana (Plan Phase)

Tahap Rencana melibatkan identifikasi kebutuhan jaringan awal berdasarkan tujuan, fasilitas, kebutuhan pengguna, dan faktor lainnya. Fase ini melibatkan karakteristik dari situs dan menilai jaringan yang sudah ada sebelumnya. Ini juga termasuk melakukan analisis gap untuk menentukan apakah sudah ada sistem infrastruktur, situs, dan lingkungan operasional yang mampu mendukung sistem yang diusulkan. Sebuah rencana proyek ini berguna untuk membantu mengelola tugas, tanggung jawab, tonggak penting, dan sumber daya yang diperlukan untuk menerapkan perubahan ke jaringan. Rencana proyek harus menyesuaikan dengan biaya, lingkup, dan parameter sumber daya yang ditetapkan dalam persyaratan bisnis asli.

Tahap Desain (Design Phase)

Persyaratan awal yang diturunkan dalam tahap rencana kegiatan spesialis desain jaringan. Spesifikasi desain jaringan adalah desain yang komprehensif, rinci yang memenuhi bisnis saat ini dan persyaratan teknis. Hal menggabungkan spesifikasi untuk mendukung skalabilitas, ketersediaan, keamanan, dan pengelolaan. Spesifikasi desain adalah dasar untuk pelaksanaan kegiatan.

Tahap Pelaksanaan (Implement Phase)

Setelah desain telah disetujui, pelaksanaan (dan verifikasi) dimulai. Jaringan dibangun, atau komponen tambahan dimasukkan, sesuai dengan spesifikasi desain. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan perangkat tanpa mengganggu jaringan yang sudah ada atau membuat titik kerentanan.

Tahap Pengoperasian (Operate Phase)

Operasi adalah tes akhir dari kesesuaian desain. Tahap pengoperasian melibatkan menjaga ketahanan jaringan melalui operasi sehari-hari, termasuk memelihara ketersediaan dan mengurangi pembiayaan pengeluaran. Deteksi kesalahan, koreksi, dan pemantauan kinerja yang terjadi dalam operasi sehari-hari memberikan data awal untuk tahap Optimalisasi.

Tahap Pengoptimalan (Optimized Phase)

Tahap pengoptimalan melibatkan manajemen proaktif dari jaringan. Tujuan dari manajemen proaktif adalah untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah sebelum mereka mempengaruhi organisasi. Dalam proses PPDIOO, tahap pengoptimalan mungkin akan meminta rekomendasi untuk mendesain ulang jaringan. Mendesain ulang mungkin diperlukan jika masalah terlalu banyak dalam jaringan atau banyak pula kesalahan yang timbul, jika kinerja tidak memenuhi harapan, atau jika aplikasi baru diidentifikasi untuk mendukung kebutuhan organisasi dan teknis.

Studi Kasus: Jaringan Stadion Olahraga

Organisasi manajemen stadion bekerja sama dengan perusahaan jaringan untuk merenovasi dan memperbarui jaringan stadion. Selama bertahun-tahun, jaringan stadion telah berkembang. Namun, sedikit pemikiran diberikan untuk tujuan bisnis secara keseluruhan dan desain infrastruktur. Beberapa proyek baru terus berjalan. Tapi administrator jaringan tidak memiliki pemahaman yang realistis mengenai bandwidth, prioritas lalu lintas, dan persyaratan lainnya yang diperlukan untuk mendukung seperti jaringan bisnis yang maju dan penting. Manajemen stadion sekarang ingin menambahkan fitur baru yang berteknologi tinggi, tetapi jaringan yang ada tidak mampu mendukung mereka.

Fase Siklus Hidup Jaringan

wakil dari perusahaan jaringan bertemu dengan manajemen stadion untuk membahas proses yang mereka setujui digunakan untuk merancang jaringan yang baru. Meskipun Tahap Disain hanya salah satu tahap dalam siklus hidup jaringan, semua dampak fase PPDIOO keputusan desain.

Dalam tahap Persiapan dan Rencana, staf jaringan desainer dan stadion mengidentifikasi tujuan bisnis dan persyaratan teknis dari organisasi stadion juga setiap kendala desain. Pertemuan Persyaratan yang terjadi selama fase ini mempengaruhi keputusan yang diambil selama Tahap Desain.

Tahap Melaksanakan dimulai setelah persetujuan desain. Ini mencakup integrasi awal dari desain baru ke dalam jaringan yang ada.

Selama fase Mengoperasikan dan Optimalkan, personil stadion menganalisa dan memantau kinerja jaringan.

2.1.2 Fase Siapkan

Selama Tahap Mempersiapkan, manajemen stadion dan staf NetworkingCompany menentukan tujuan usaha sebagai berikut:

Meningkatkan pengalaman pelanggan
Mengurangi biaya
Tambahkan layanan tambahan
Mendukung perusahaan ekspansi

Tujuan ini memberikan dasar untuk kasus bisnis. Kasus usaha ini juga digunakan untuk membenarkan investasi keuangan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan perubahan teknologi. Perusahaan ini mempertimbangkan hambatan bisnis yang mungkin, termasuk anggaran, personil, kebijakan perusahaan, dan keterbatasan jadwal.

Setelah kasus bisnis diterima, staf NetworkingCompany membantu dalam pengembangan strategi teknologi tingkat tinggi dan solusi.

Strategi ini mengidentifikasi:

Advanced teknologi yang mendukung solusi jaringan baru
Aplikasi jaringan saat ini dan direncanakan dan jasa, dan prioritas berdasarkan tujuan bisnis
Orang, proses, dan peralatan yang dibutuhkan untuk mendukung operasi dan manajemen solusi teknologi

Fase Siapkan biasanya dilakukan sebelum perusahaan mengeluarkan Request For Proposal (RFP) atau Request For Quotation (RFQ). RFP dan RFQs menjelaskan persyaratan untuk jaringan baru. Mereka termasuk informasi tentang proses yang perusahaan menggunakan untuk membeli dan menginstal teknologi jaringan

1) Tujuan Proyek:
Bagaimana proyek memenuhi tujuan bisnis perusahaan
Utama manfaat dan risiko
Sukses pengukuran

2) Biaya / Analisis manfaat:
Pilihan untuk memenuhi tujuan bisnis
Manfaat non-keuangan

3) Sourcing Pilihan:
Sumber diperlukan untuk layanan (vendor luar, perusahaan instalasi jaringan, dll)
Prosedur Pembelian

4) Penganggaran
Keterjangkauan dan sumber-sumber pendanaan (internal dan eksternal) untuk proyek keseluruhan sekaligus atau selama periode waktu

5) Manajemen Proyek
Rencana proyek dan peran
Timeline
Mayor risiko dan rencana untuk meminimalkan dampak
Rencana darurat jika proyek tidak tercapai
Keterampilan dan persyaratan personil

Tahap Rencana

Selama Tahap Rencana, perancang jaringan melakukan sebuah situs yang komprehensif dan penilaian operasi. Penilaian ini mengevaluasi jaringan saat ini, operasional, dan infrastruktur jaringan manajemen.

Staf NetworkingCompany mengidentifikasi semua modifikasi fisik, lingkungan, dan listrik. Mereka menilai kemampuan operasi tahun berjalan dan infrastruktur jaringan manajemen untuk mendukung solusi teknologi baru. Semua perubahan pada infrastruktur, personil, proses, dan alat-alat harus diselesaikan sebelum implementasi solusi teknologi baru.

Custom aplikasi yang menambah persyaratan dan fungsi fitur untuk jaringan baru juga diidentifikasi dalam fase ini. Staf NetworkingCompany menciptakan sebuah dokumen yang berisi semua persyaratan desain.

Rencana Proyek

Pada tahap ini, staf NetworkingCompany dan manajemen stadion membuat rencana untuk membantu mengelola proyek. Rencana proyek meliputi:

Tugas
Jadwal dan tonggak penting
Risiko dan kendala
Tanggung Jawab
Sumber daya yang diperlukan

Rencana tersebut harus dalam biaya, lingkup, dan batasan sumber daya yang ditetapkan dalam tujuan bisnis asli. Baik manajemen stadion dan NetworkingCompany menugaskan individu untuk mengelola proyek.

Tip

Penilaian Area Contoh

Lingkungan:
Potensi masalah listrik
Space isu dalam rak / lemari pengkabelan
UPS atau masalah daya cadangan
AC masalah dengan peralatan tambahan
Kabel infrastruktur yang memadai

Personil:
Jumlah staf yang memadai untuk mempertahankan upgrade direncanakan
Tingkat pengetahuan teknis staf yang memadai atau staf kebutuhan pelatihan

Tahap Desain

Pada Tahap Desain, staf NetworkingCompany menggunakan persyaratan awalditentukan selama Tahap Rencana untuk langsung bekerja.

Desain persyaratan dokumen mendukung spesifikasi diidentifikasi dalam tahapMenyiapkan dan Rencana:

Ketersediaan
Skalabilitas
Keamanan
Manageability

Desain harus cukup fleksibel untuk memungkinkan perubahan atau penambahansebagai tujuan baru atau kebutuhan muncul. Teknologi ini harus diintegrasikan kedalam operasi tahun berjalan dan infrastruktur jaringan manajemen.

Perencanaan Instalasi

Pada akhir Tahap Disain, perancang jaringan menciptakan rencana bahwa panduaninstalasi dan memastikan bahwa hasil akhirnya adalah apa yang pelanggan yang diminta. Rencana meliputi:

Konfigurasi dan testing konektivitas
Menerapkan sistem yang diusulkan
Mendemonstrasikan fungsi jaringan
Migrasi aplikasi jaringan
Memvalidasi operasi jaringan
Pelatihan pengguna akhir dan personil pendukung

Selama Fase Desain stadion upgrade jaringan, desain jaringan selesai. Peralatan barudan teknologi yang ditentukan dan diuji. Sebuah tinjauan dari desain yang diusulkanmenegaskan bahwa tujuan bisnis terpenuhi. Sebuah proposal akhir dihasilkan untukmelanjutkan pelaksanaan upgrade jaringan.

Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan dimulai setelah perusahaan jaringan selesai mendesain dan pelanggan menyetujuinya. Jaringan dibangun sesuai dengan spesifikasi desain disetujui. Tahap pelaksanaan verifikasi keberhasilan atau kegagalan dari desain jaringan.

Pengujian Jaringan Baru
Pengujian semua atau bagian dari solusi jaringan baru dalam lingkungan yang terkendali membantu untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah implementasi sebelum instalasi yang sebenarnya.
Setelah masalah telah teratasi, staf perusahaan jaringan menginstal solusi baru dan terintegrasi ke dalam jaringan yang ada. Ketika instalasi selesai, pengujian tambahan dilakukan.
Sistem-tingkat pemeriksaan pengujian penerimaan bahwa jaringan yang baru memenuhi tujuan bisnis dan persyaratan desain. Hasil tes ini dicatat dan menjadi bagian dari dokumentasi yang diberikan kepada pelanggan. Setiap pelatihan yang dibutuhkan bagi staf stadion harus diselesaikan selama fase ini. 
>> Sistem-tingkat pemeriksaan pengujian/ Sistem tingkat pengujian penerimaan : praktek memverifikasi jika jaringan memenuhi tujuan bisnis dan syarat – syarat desain. Hasil pengujian sistem tingkat penerimaan dicatat dan merupakan bagian daridokumentasi yang disediakan untuk customer.
Tahap pengoprasian
Tahap pengoperasian dan pengoptimalan sedang berlangsung, mewakili operasi sehari – hari jaringan. Staf stadion memonitor jaringan dan membentuk dasar jaringan.Pemantauan ini membantu perusahaan dalam mencapai skalabilitas maksimum, ketersediaan, keamanan dan pengelolaan.

Setelah jaringan baru diinstal, personil stadion mengelola jaringan untuk memastikanbahwa melakukan dengan spesifikasi desain yang digariskan dalam tahap Persiapan dan Rencana.

Mendefinisikan Kebijakan dan Prosedur
Kebijakan dan prosedur yang diperlukan untuk menangani masalah jaringan, seperti:
  • Keamanan insiden
  • Perubahan konfigurasi
  • Pembelian peralatan
Memperbarui kebijakan dan prosedur setelah upgrade mengurangi downtime, biaya operasional, dan isu perubahan terkait. Jika tidak ada kebijakan dan prosedur ditempat, penting untuk menciptakan mereka.
Tahap Optimalisasi
Mengoptimalkan jaringan adalah proses yang berkesinambungan. Tujuannya adalahuntuk meningkatkan kinerja jaringan dan kehandalan dengan mengidentifikasi danmengatasi masalah jaringan potensial sebelum terjadi. Melakukan hal ini memastikanbahwa tujuan bisnis dan persyaratan perusahaan diselenggarakan. Masalah jaringanumum yang dapat ditemukan dalam tahap pengoptimalan meliputi:
  • Fitur kompatibel
  • Kurangnya kapasitas link
  • Kinerja perangkat masalah saat beberapa fitur yang diaktifkan
  • Skalabilitas protokol
*Sebagai perubahan tujuan bisnis, strategi teknologi dan operasi tidak dapat beradaptasi. Di beberapa titik, desain ulang mungkin diperlukan dan siklus PPDIOO dimulai lagi.


Secara umum, dalam jaringan komputer summarization diartikan untuk memperkecil routing table dan membuat proses pencarian menjadi lebih efisien, karena lebih sedikit rute yang dicari. Route summarization juga tetap memungkinkan untuk konektivitas IP lengkap bila dilakukan dengan benar.

Contoh Summarization :

Setting Router 3(R3) pada gambar berikut :

Gambar 1.0  Summarization

ikuti langkah berikut ini :

R3>en
R3#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
R3(config)#int fa 0/0
R3(config-if)#ip add 10.1.0.1 255.255.0.0
R3(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
R3(config-if)#exit
R3(config)#int se 3/0
R3(config-if)#ip add 192.168.0.2 255.255.255.252
R3(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial3/0, changed state to up
R3(config-if)#exit
R3(config)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial3/0, changed state to up

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
R3(config)#ip route 172.16.0.0 255.252.0.0 se 3/0
R3(config)#exit
R3#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
R3#

Menyederhanakan network menjadi single address dan subnet mask bisa dilakukan dengan tiga langkah. Lihatlah 4 network address berikut :
  • 172.16.0.0/16
  • 172.17.0.0/16
  • 172.18.0.0/16
  • 172.19.0.0/16
Langkah pertama adalah menampilkan binary format dari masing-masing network address :
172.16.0.0   ->        10101100    00010000    00000000    00000000
172.17.0.0   ->        10101100    00010001    00000000    00000000
172.18.0.0   ->        10101100    00010010    00000000    00000000
172.19.0.0   ->        10101100    00010011    00000000    00000000
Langkah kedua, hitung jumlah bit yang sama dari semua network address tersebut dimulai dari bit yang paling kiri :
172.16.0.0   ->        10101100    00010000    00000000    00000000
172.17.0.0   ->        10101100    00010001    00000000    00000000
172.18.0.0   ->        10101100    00010010    00000000    00000000
172.19.0.0   ->        10101100    00010011    00000000    00000000
*menghitung jumlah bit yang cocok paling kiri untuk menentukan subnet mask. 14 bit yang cocok, /14 atau 255.252.0.0
Anda bisa lihat bahwa ada 14 bit yang sama dari semua network address, jadi prefixnya adalah /14 atau 255.252.0.0
Langkah ketiga adalah copy semuat bit yang sama dan kemudian tambahkan “bit 0” sampai dengan berjumlah 32 bit address. Maka ini kemudian dijadikan network address.
172.16.0.0   ->        10101100    00010000    00000000    00000000
                                      Copy                            tambahan nol bit
Gambar diatas menunjukkan bahwa keempat network 172.16.0.0 , 172.17.0.0 , 172.18.0.0 , 172.19.0.0 dapat di sederhanakan kedalam single network address dan profix 172.16.0.0/14.

Kelebihan dan Kekurangan Actionscript

Posted: April 10, 2011 in Study

Berikut beberapa Kelebihan dan Kekurangan Actionscript

Kelebihan & Kekurangan ActionScript pada Button :
Button adalah movie clip interaktif yang terdiri dari empat buah frame : Up , Over, Down & Hit.
Pada button tersebut, Anda dapat menambahkan sound effect pada saat mouse over, link ke website, e-mail atau menentukan action dan behavior sebuah target movieclip.

Hal yang perlu diingat yaitu ActionScript pada button tentunya harus ada Button tempat meletakanActionScript tersebut.Secara umum syntax yang digunakan dalam penulisan ActionScript pada Button hampir sama dengan penulisan MovieScript.Perhatikan syntax berikut ini ;
on (event) {
perintah
}

Tips : Actionscript digunakan pada symbol Button, bukan pada Timeline.

Kelebihan & Kekurangan ActionScript pada Movie Clip
Dalam aplikasi Flash kita mengenal istilah movie clip.Movie clip adalah salah satu symbol yang sangat berguna dalam flash movie. Movie clip bisa terdiri dari object symbol, seperti Graphic symbol yang telah di-tweening atau dianimasikan.
Advanced Actionscript bisa ditambahkan pada movie clip untuk kegunaan yang lebih besar. Apa sebenarnya kegunaan movie clip?

yang diletakan pada MovieClip sering disebut MovieScript. yang harus diingat adalah untuk membuat movieScript tentunya harus ada MovieClip tempat kita meletakan ActionScript tersebut. MovieClip memiliki bahasa (syntax) sebagai berikut. 

onClipEvent (event) {
perintah
}

Kelebihan & Kekurangan ActionScript pada frame

ActionScript pada frame adalah Actionscript yang diletakan pada frame, atau juga sering disebut FrameScript. FrameScript ini hanya bisa dilakukan pada keyframe atau blankkeyframe.untuk melihat frame yang telah diberikan script terdapat tanda berupahurup ‘a’ kecil yang menandakan keberadaan sebuah Script.

Selama ini mungin kita sering menggunakan Actionscript tanpa tau apa sebenarnya Actionscript itu. Kali ini saya coba buat ngasih sedikit bocoran tentang Actionscript. Actionscript sendiri ada 3 versi sampai saat ini,yaitu Actionscript 1.0 ,2.0 dan 3.0.

ActionScript “1.0” Dengan rilis Flash 5 pada bulan September 2000, “aksi” dari Flash 4 ditingkatkan sekali lagi dan bernama “ActionScript” untuk pertama kalinya. [5] Ini adalah versi pertama dengan ActionScript pengaruh dari JavaScript dan ECMA-262 (Third Edition) standar, mendukung kata objek model standar dan banyak dari inti tipe data . Lokal variabel dapat dinyatakan dengan pernyataan var, dan user-defined fungsi dengan parameter yang lewat dan kembali nilai-nilai juga dapat diciptakan. Terutama, ActionScript sekarang bisa juga diketik dengan editor teks daripada yang dirakit dengan memilih tindakan dari daftar drop-down dan kontrol kotak dialog.  Dengan rilis berikutnya dari authoring tool-nya, Flash MX, dan pemain yang sesuai, Flash Player 6 , bahasa dasarnya tetap tidak berubah, hanya ada perubahan kecil, seperti penambahan pernyataan switch dan “kesetaraan ketat” (== =) operator, yang membawa lebih dekat menjadi ECMA-262 -compliant. Dua fitur penting dari ActionScript yang membedakannya dari versi terbaru yang jenisnya longgar sistem dan ketergantungan pada prototipe berbasis warisan . Mengetik Loose mengacu pada kemampuan sebuah variabel untuk menyimpan semua jenis data. Hal ini memungkinkan untuk pembangunan script yang cepat dan sangat cocok untuk proyek skala kecil scripting. Berbasis warisan Prototype adalah ActionScript 1.0 mekanisme untuk menggunakan kembali kode dan pemrograman berorientasi obyek . Alih-alih kata kunci kelas yang mendefinisikan karakteristik umum dari sebuah kelas , ActionScript 1.0 menggunakan obyek khusus yang berfungsi sebagai “prototipe” untuk kelas objek. Semua karakteristik umum dari sebuah kelas didefinisikan dalam’s prototipe objek kelas dan setiap instance dari kelas yang berisi link ke objek prototipe.

ActionScript 2.0 Penyempurnaan utama berikutnya dari bahasa, ActionScript 2.0, diperkenalkan pada bulan September 2003 dengan merilis Flash MX 2004 dan pemain yang sesuai, Flash Player 7 . Dalam menanggapi permintaan pengguna untuk bahasa lebih siap dan lebih kompleks untuk aplikasi yang lebih besar, ActionScript 2.0 menampilkan waktu kompilasi memeriksa jenis dan kelas berbasis sintaks , seperti kelas kata kunci dan meluas. (Sementara ini diperbolehkan untuk pemrograman berorientasi objek pendekatan yang lebih terstruktur, kode masih akan dikompilasi untuk ActionScript 1.0 bytecode , yang memungkinkan untuk digunakan pada Flash Player sebelumnya 6 juga,. lainnya Dalam kata-kata berbasis kelas warisan sintaks itu lapisan di atas sistem berbasis prototipe yang ada.) Dengan ActionScript 2.0, pengembang dapat membatasi variabel untuk tipe tertentu dengan menambahkan anotasi tipe sehingga kesalahan ketik mismatch dapat ditemukan pada saat kompilasi . ActionScript 2.0 juga memperkenalkan berbasis warisan kelas sintaks sehingga pengembang dapat membuat kelas dan interface, sebanyak yang mereka akan di-berbasis kelas bahasa seperti Java dan C + + . Versi ini sesuai sebagian kepada ECMAScript draft spesifikasi Edisi Keempat.

ActionScript 3.0 Pada bulan Juni 2006, ActionScript 3.0 debutnya dengan Adobe Flex 2.0 dan pemain yang sesuai, Flash Player 9 . ActionScript 3.0 adalah restrukturisasi mendasar bahasa, begitu banyak sehingga sama sekali berbeda menggunakan mesin virtual . Flash Player 9 berisi dua mesin virtual, AVM1 untuk kode yang ditulis dalam ActionScript 1.0 dan 2.0, dan AVM2 untuk konten yang ditulis dalam ActionScript 3.0. Actionscript 3.0 menambahkan dukungan terbatas untuk akselerasi hardware ( DirectX , OpenGL ).

Pembaruan ke bahasa telah memperkenalkan beberapa fitur baru:

  • Compile-time dan runtime memeriksa jenis -jenis informasi ada di kedua waktu mengkompilasi dan runtime.
  • Peningkatan kinerja dari sistem warisan berbasis kelas terpisah dari sistem pewarisan prototipe berbasis.
  • Dukungan untuk paket-paket , namespaces , dan ekspresi reguler .
  • Mengkompilasi ke tipe baru sepenuhnya dari bytecode , tidak kompatibel dengan ActionScript 1.0 dan 2.0 bytecode .
  • Revisi Flash Player API , disusun menjadi paket .
  • Unified acara penanganan sistem berdasarkan penanganan peristiwa DOM standar.
  • Integrasi ECMAScript untuk XML ( E4X ) untuk keperluan XML pengolahan.
  • Akses langsung ke Flash runtime daftar tampilan untuk kontrol penuh terhadap apa yang akan ditampilkan pada runtime .
  • Lengkap sesuai implementasi ECMAScript draft spesifikasi edisi keempat.
  • Terbatas dukungan untuk dinamis objek 3D. (X, Y, Z rotation, and texture mapping) (X, Y, Z rotasi, dan pemetaan tekstur)